Kamis,
27/02/2014 – 17.06
Jakarta,
Kemdikbud --- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri Silaturahim
Nasional Bidikmisi yang dihadiri sekitar 1.000 mahasiswa penerima beasiswa
Bidikmisi. Dalam sambutannya, Presiden SBY memberikan instruksi untuk terus
meningkatkan dan memperluas jangkauan Bidikmisi.
"Saya
instruksikan, sejalan dengan peningkatan anggaran pendidikan, tolong
jangkauannya diperluas untuk program Bidikmisi ini," ujar presiden seperti
dinukil di kemdiknas.go.id saat memberi sambutan di hadapan Mendikbud Mohammad
Nuh dan para mahasiswa Bidikmisi di Jakarta, (27/2/2014).
Ia
mengatakan, anak bangsa dari golongan ekonomi tidak mampu juga memiliki hak dan
peluang yang sama untuk memiliki mimpi-mimpi yang indah untuk menjadi apa dan
siapa di negeri ini. Karena itu, telah menjadi kewajiban moral negara untuk
mendukung upaya-upaya dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran
melalui pendidikan.
Presiden
SBY juga berharap para mahasiswa Bidikmisi bisa menjadi putra-putri terbaik
calon pemimpin bangsa di masa depan. "Negara menunggu kepemimpinan kalian
untuk membawa Indonesia ke era keemasan dan kejayaan," katanya.
Ia
pun menceritakan kisah hidupnya semasa kecil di Pacitan, Jawa Timur, yang juga
dalam keterbatasan ekonomi. Ia dan teman-temannya di Pacitan memiliki impian
untuk menjadi mahasiswa di universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada,
Universitas Airlangga, atau Institut Teknologi Sepuluh November. Namun karena
keterbatasan ekonomi, banyak yang tidak bisa mencapai mimpi itu.
"Karena
pada tahun 1968 itu negara kita belum kuat ekonominya, belum bisa menetapkan
kebijakan atau program beasiswa seperti Bidikmisi," tutur Presiden.
Kepada
para mahasiswa Bidikmisi, presiden berpesan agar mereka terus belajar dengan
gigih dan meraih prestasi setinggi-tingginya. "Selamat berjuang, selamat
belajar, sukses untuk semua," pungkas presiden menutup sambutannya.
(Ramlan Setiawan)
Sumber
: kemdiknas.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar