Rabu, 26 Februari 2014

Ngaku Keren? Pasti Ikut Mentoring”



Di zaman seperti sekarang ini. Degradasi moral semakin menjadi-jadi. Perkembangan zaman yang sering kita namakan era globalisasi  sangat berpengaruh besar dalam memporak-porandakan benteng keimanan dan akidah umat manusia di bumi ini jika kita tidak dapat membendungnya.  Remaja, ya kalangan remajalah yang banyak menjadi boneka kelinci dan robot korban kebobrokan zaman sekarang.

Media-media pemberitaan dan pertelevisian pun turut memperparah keadaan. Mereka seolah terencana dan terprogram dalam membuat suatu tontonan dan informasi yang terbilang kurang mendidik. Lantas, mau jadi apa negara ini kedepannya jika generasi mudanya saja memiliki mental tempe (lembek:red), kurang beretika dalam tingkah laku, senang hura-hura, dan segudang aktivitas lain yang penuh dengan kemudharatan.
Tidakkah kita merasa ironis melihat fenomena masalah generasi muda sekarang ini? Ada yang sudah tercandu narkoba, terbiasa minum-minuman keras, doyan tawuran, dan bahkan sudah berani melakukan seks bebas. Rasanya, mereka sudah tidak lagi memikirkan dampak yang akan timbul menyerang diri mereka. Mereka seakan telah dibutakan dengan hawa nafsu. Seperti inikah  gambaran tentang kehidupan generasi muda sekarang ini? Itulah sedikit fenomena faktual yang sering kita jumpai sekarang ini. Begitu rendahnya kesadaran generasi muda akan pudarnya etika dan moral.
Kita, selaku generasi muda Indonesia dan merupakan punggawa penerus dakwah agama islam seharusnya menyadari dan melek akan rayuan dan buaian penuh dusta di zaman sekarang ini. Kita harus memiliki mental sekuat baja yang tahan banting, tidak mudah untuk terpegaruh dengan hal-hal yang kurang baik, dan tentunya memiliki wawasan keilmuan yang luas agar tidak mudah tertipu dan dapat mengajak kebaikan kepada orang lain.
Melalui suatu kajian rutin yang dinamakan mentoring ini, diharapkan dapat membendung serangan-serangan virus kebobrokan moral pada generasi muda. Metode inilah yang sangat efektif untuk menumbuh kembangkan pribadi generasi muda yang tangguh dan memiliki wawasan keilmuan tentang agama yang luas, serta mencegah infeksi dari virus-virus buruk yang membuat pudarnya etika, moral,dan akidah. Sehingga, nantinya akan terbentuk generasi muda yang tangguh, cerdas, dan bermartabat.
Masihkah kita ingat dengan sosok pemuda yang tangguh yang dapat menuliskan mimpi-mimpinya di selembar kertas dan sukses membuat jejak serta mewujudkan impian-impiannya? Ya, dia adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Jika kita telaah jejaknya, awal keyakinannya dalam mewujudkan impiannya itu karena dia sering mengikuti suatu kajian (mentoring:red) di masjid kampusnya. Jadi, jelaslah sudah bahwa metode mentoring ini merupakan jurus jitu dalam mencetak insan mulia yang cerdas dan berkualitas.
Namun, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “bagaimana caranya agar dapat membuat generasi muda sadar akan pentingnya mentoring ini ?
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam mentoring yang inovatif:
1.      Pandailah Memilih Tempat Mentoring
Tempat yang biasa digunakan dalam kegiatan mentoring tidak seharusnya selalu dominan di masjid ataupun mushola. Melainkan, cobalah altrnatif tempat lain seperti di tempat terbuka. Sehingga tanpa mengurangi kekhidmatan dalam mengikuti mentoring, peserta juga dapat sekaligus berbaur dengan alam untuk melihat, menyaksikan, dan menikmati keindahan dan kekuasaan Allah SWT.

2.      Sampaikanlah Bearagam Materi
Materi yang disampaikan jangan terpatok pada kajian agama saja. Melainkan dapat menyangkut aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga ini akan menambah wawasan keilmuan pesertanya. Karena seperti yang kita ketahui bahwasanya kita jangan terpatok atau dominan pada satu bidang saja, bidang lain yang dirasa memang dapat memberikan manfaat juga dapat kita pelajari. Akan tetapi, ilmu tentang agama harus tetap dijadikan sebagai penopang utama dalam kehidupan. Jika kita memiliki ilmu agama yang lebih, insya Allah dunia akan mengikuti asalkan kita mempunyai keinginan untuk selalu belajar.
3.      Buatlah Metode Penyampaian Materi yang Mengasyikkan
Tidak semua orang yang berpfofesi selaku pengajar dapat memberikan materi dengan baik kepada peserta didiknya. Mengapa ini dapat terjadi? Karena biasanya mereka belum mempunyai metode penyampaian materi yang baik. Sehingga, meski materi yang diajarkan itu luarbiasa manfaatnya, namun ketika metode penyampaiannya itu membosankan. Alhasil, peserta didik pun akan merasa kurang dalam pemahamannya. Maka, buatlah metode penyampaian materi yang mengasyikkan.
4.      Jadilah Sosok Mentor yang Baik
Bagaimana mungkin peserta didik akan menjadi pribadi yang baik jika pendidik atau mentornya sendiri tidak mencerminkan kepribadian yang baik. Ketika mentor/pendidiknya sudah mencerminkan kepribadian yang baik, insya Allah para peserta akan mulai berubah dan belajar untuk senantiasa dapat meniru kepribadian baik para mentornya. Maka jadilah figur yang baik untuk peserta.
5.      Buatlah Kajian Rutin dan Perkumpulan
Ketika sering diadakan kajian rutin, misalnya setiap minggu. Ini akan merangsang keakraban dan keeratan dalam silaturahmi. Peserta akan mulai menyadari bahwa menuntut ilmu itu memang sudah menjadi kewajiban  dan kebutuhan setiap muslim. Sehingga tanpa harus diberikan pemberitahuan dahulu di awal, peserta akan mulai menyadari pentingnya suatu kajian rutin atau perkumpulan untuk menambah wawasan keilmuan dan untuk terciptanya ukhuwah yang sangat erat. Sehingga diharapkan akan terbentuklah punggawa-punggawa islam yang tangguh dan cerdas.
6.      Buatlah Media Penyaluran
Selain pertemuan atau kajian rutin yang dapat menyebarluaskan mengenai ilmu agama islam ini. Cobalah memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang ini. Misalnya, memanfaatkan jejaring sosial sebagai media dakwah serta bertukar pikiran dan gagasan seputar agama islam (mentoring online:red). Sehingga, ketika tidak dapat bertatap muka, ada media penyaluran yang dapat membantu peserta untuk mendapatkan tambahan ilmu.
7.      Sebarkanlah Jiwa Semangat
Didalam kehidupan ini, 3 hal yang tidak boleh lenyap dalam diri kita yakni : semangat, harapan, dan motivasi. Maka, tumbuhkan ketiganya agar kita tetap berusaha untuk menjadi pribadi yang baik yang senantiasa selalu ingin belajar dan mempelajari hal-hal yang positif untuk kehidupan kita sendiri. Nah, tugas mentor adalah menyebarkan jiwa semangat itu kepada mentee.
Itulah beberapa tips yang senantiasa dapat diterapkan dalam mentoring. semoga  dapat bermanfaat dan dapat merangsang semangat menularkan ilmu-ilmu agama islam kepada sesama muslim. Jadi, “ngaku keren? Pasti ikut mentoring!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar