Di
zaman seperti sekarang ini. Degradasi moral semakin menjadi-jadi. Perkembangan
zaman yang sering kita namakan era globalisasi
sangat berpengaruh besar dalam memporak-porandakan benteng keimanan dan
akidah umat manusia di bumi ini jika kita tidak dapat membendungnya. Remaja, ya kalangan remajalah yang banyak
menjadi boneka kelinci dan robot korban kebobrokan zaman sekarang.
Media-media
pemberitaan dan pertelevisian pun turut memperparah keadaan. Mereka seolah
terencana dan terprogram dalam membuat suatu tontonan dan informasi yang
terbilang kurang mendidik. Lantas, mau jadi apa negara ini kedepannya jika
generasi mudanya saja memiliki mental tempe (lembek:red), kurang beretika dalam
tingkah laku, senang hura-hura, dan segudang aktivitas lain yang penuh dengan
kemudharatan.
Tidakkah
kita merasa ironis melihat fenomena masalah generasi muda sekarang ini? Ada
yang sudah tercandu narkoba, terbiasa minum-minuman keras, doyan tawuran, dan bahkan sudah berani melakukan seks bebas.
Rasanya, mereka sudah tidak lagi memikirkan dampak yang akan timbul menyerang
diri mereka. Mereka seakan telah dibutakan dengan hawa nafsu. Seperti
inikah gambaran tentang kehidupan generasi
muda sekarang ini? Itulah sedikit fenomena faktual yang sering kita jumpai
sekarang ini. Begitu rendahnya kesadaran generasi muda akan pudarnya etika dan
moral.
Kita,
selaku generasi muda Indonesia dan merupakan punggawa penerus dakwah agama
islam seharusnya menyadari dan melek akan rayuan dan buaian penuh dusta di
zaman sekarang ini. Kita harus memiliki mental sekuat baja yang tahan banting,
tidak mudah untuk terpegaruh dengan hal-hal yang kurang baik, dan tentunya
memiliki wawasan keilmuan yang luas agar tidak mudah tertipu dan dapat mengajak
kebaikan kepada orang lain.
Melalui
suatu kajian rutin yang dinamakan mentoring ini, diharapkan dapat membendung
serangan-serangan virus kebobrokan moral pada generasi muda. Metode inilah yang
sangat efektif untuk menumbuh kembangkan pribadi generasi muda yang tangguh dan
memiliki wawasan keilmuan tentang agama yang luas, serta mencegah infeksi dari
virus-virus buruk yang membuat pudarnya etika, moral,dan akidah. Sehingga,
nantinya akan terbentuk generasi muda yang tangguh, cerdas, dan bermartabat.
Masihkah
kita ingat dengan sosok pemuda yang tangguh yang dapat menuliskan
mimpi-mimpinya di selembar kertas dan sukses membuat jejak serta mewujudkan
impian-impiannya? Ya, dia adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan
tinggi ternama di Indonesia. Jika kita telaah jejaknya, awal keyakinannya dalam
mewujudkan impiannya itu karena dia sering mengikuti suatu kajian
(mentoring:red) di masjid kampusnya. Jadi, jelaslah sudah bahwa metode
mentoring ini merupakan jurus jitu dalam mencetak insan mulia yang cerdas dan
berkualitas.
Namun,
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “bagaimana caranya agar dapat membuat
generasi muda sadar akan pentingnya mentoring ini ?
Berikut
beberapa tips yang dapat diterapkan dalam mentoring yang inovatif:
1. Pandailah
Memilih Tempat Mentoring
Tempat
yang biasa digunakan dalam kegiatan mentoring tidak seharusnya selalu dominan
di masjid ataupun mushola. Melainkan, cobalah altrnatif tempat lain seperti di
tempat terbuka. Sehingga tanpa mengurangi kekhidmatan dalam mengikuti
mentoring, peserta juga dapat sekaligus berbaur dengan alam untuk melihat,
menyaksikan, dan menikmati keindahan dan kekuasaan Allah SWT.
2. Sampaikanlah
Bearagam Materi
Materi
yang disampaikan jangan terpatok pada kajian agama saja. Melainkan dapat
menyangkut aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga ini akan menambah wawasan
keilmuan pesertanya. Karena seperti yang kita ketahui bahwasanya kita jangan
terpatok atau dominan pada satu bidang saja, bidang lain yang dirasa memang
dapat memberikan manfaat juga dapat kita pelajari. Akan tetapi, ilmu tentang
agama harus tetap dijadikan sebagai penopang utama dalam kehidupan. Jika kita
memiliki ilmu agama yang lebih, insya Allah dunia akan mengikuti asalkan kita
mempunyai keinginan untuk selalu belajar.
3. Buatlah
Metode Penyampaian Materi yang Mengasyikkan
Tidak
semua orang yang berpfofesi selaku pengajar dapat memberikan materi dengan baik
kepada peserta didiknya. Mengapa ini dapat terjadi? Karena biasanya mereka
belum mempunyai metode penyampaian materi yang baik. Sehingga, meski materi
yang diajarkan itu luarbiasa manfaatnya, namun ketika metode penyampaiannya itu
membosankan. Alhasil, peserta didik pun akan merasa kurang dalam pemahamannya.
Maka, buatlah metode penyampaian materi yang mengasyikkan.
4. Jadilah
Sosok Mentor yang Baik
Bagaimana
mungkin peserta didik akan menjadi pribadi yang baik jika pendidik atau
mentornya sendiri tidak mencerminkan kepribadian yang baik. Ketika
mentor/pendidiknya sudah mencerminkan kepribadian yang baik, insya Allah para
peserta akan mulai berubah dan belajar untuk senantiasa dapat meniru
kepribadian baik para mentornya. Maka jadilah figur yang baik untuk peserta.
5. Buatlah
Kajian Rutin dan Perkumpulan
Ketika
sering diadakan kajian rutin, misalnya setiap minggu. Ini akan merangsang
keakraban dan keeratan dalam silaturahmi. Peserta akan mulai menyadari bahwa
menuntut ilmu itu memang sudah menjadi kewajiban dan kebutuhan setiap muslim. Sehingga tanpa
harus diberikan pemberitahuan dahulu di awal, peserta akan mulai menyadari
pentingnya suatu kajian rutin atau perkumpulan untuk menambah wawasan keilmuan
dan untuk terciptanya ukhuwah yang sangat erat. Sehingga diharapkan akan
terbentuklah punggawa-punggawa islam yang tangguh dan cerdas.
6. Buatlah
Media Penyaluran
Selain
pertemuan atau kajian rutin yang dapat menyebarluaskan mengenai ilmu agama
islam ini. Cobalah memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang ini. Misalnya,
memanfaatkan jejaring sosial sebagai media dakwah serta bertukar pikiran dan
gagasan seputar agama islam (mentoring online:red). Sehingga, ketika tidak
dapat bertatap muka, ada media penyaluran yang dapat membantu peserta untuk
mendapatkan tambahan ilmu.
7. Sebarkanlah
Jiwa Semangat
Didalam
kehidupan ini, 3 hal yang tidak boleh lenyap dalam diri kita yakni : semangat,
harapan, dan motivasi. Maka, tumbuhkan ketiganya agar kita tetap berusaha untuk
menjadi pribadi yang baik yang senantiasa selalu ingin belajar dan mempelajari
hal-hal yang positif untuk kehidupan kita sendiri. Nah, tugas mentor adalah
menyebarkan jiwa semangat itu kepada mentee.
Itulah
beberapa tips yang senantiasa dapat diterapkan dalam mentoring. semoga dapat bermanfaat dan dapat merangsang
semangat menularkan ilmu-ilmu agama islam kepada sesama muslim. Jadi, “ngaku
keren? Pasti ikut mentoring!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar