Semua
orang di negeri ini berebut kursi untuk menjadi orang nomor satu. Tak peduli dengan cara apapun yang
dilakukannya. Semua partai yang mengusung calon pasangan untuk menjadi orang
nomor satu di negeri ini sibuk jualan pamor disana-sini.
Pamflet-pamflet dengan wajah gagah berwibawa dipamerkan di sepanjang jalan
raya. Menggantung menancap di setiap pohon-pohon besar jalanan. Bahkan, ada
yang dengan bangganya memamerkan pamflet jualan
wajah ukuran besar yang ditopang oleh bambu.
Apakah sebenarnya yang mereka
cari? Apakah mereka ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa mereka memang
pantas untuk menjadi orang nomor satu? Ataukah itu hanya sekadar ajang pamer
saja? Apakah sebenarnya yang mereka inginkan jika terpilih menjadi orang nomor
satu di negeri ini? Kekuasaan sematakah? Atau memang sudah berniat baik untuk
membenahi sistem pemerintahan di negeri ini untuk menjadikan negeri Indonesia
yang lebih baik lagi. Zaman sekarang ini memang sangat sulit untuk mencari
sosok pemimpin yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat. Banyak sekali
pemimpin yang ingkar dengan janjinya sendiri. Padahal, ketika masa kampanye,
mereka berkoar-koar, mengemis, meminta dukungan kepada rakyat untuk
memilih mereka. Mereka berjanji, bahkan bersumpah diatas kitab suci bahwa
mereka akan menjalankan amanah dan kepercayaan rakyat dengan baik. Akan tetapi,
kita lihat saja faktanya sekarang. Hampir setiap hari, pemberitaan di media
cetak maupun elektronik selalu dipenuhi dengan kasus-kasus para pemegang amanah
rakyat yang sangat memuakkan. Tidakkah mereka ingat dengan janji dan sumpah
mereka? Lantas, untuk apa berebut kursi menjadi orang nomor satu di negeri ini?
Rakyat pun sudah muak dengan wajah kamuflase dan buihan janji-janji yang tidak
pernah menjadi bukti.
Menjadi
seorang presiden merupakan tugas yang tidak mudah namun sangatlah mulia. Setiap
hari, harus selalu memikirkan tentang keadaan di seluruh pelosok negeri.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dari skala kecil hingga besar yang
menggerogoti elektabilitas kinerja Presiden sendiri sudah barang tentu akan
selalu ada. Resikonya, jam tidur seorang Presiden akan sangat tidak teratur.
Maka, jika negeri ini dipimpin oleh orang yang hanya ingin mencari sensasi,
kekuasaan semata, dan kekayaan, akan semakin amburaadulah negeri ini. Negeri
ini butuh sosok pemimpin yang memang benar-benar ingin membenahi semua aspek
untuk menjadikannya lebih baik. Sosok pemimpin itu adalah yang tidak hanya
sekadar janji tapi selalu menunjukan bukti. Melakukan aksi nyata atas semua
visi dan misi yang mereka unggulkan. Jangan sampai apa yang dikoar-koarkan saat
kampenye merupakan sebuah acting belaka.
Jika diawal seorang pemimpin itu sudah berniat baik untuk menjadikan negeri ini
semakin maju tanpa ada maksud tertentu, maka pastilah kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat akan segera terwujud. Indonesia perlu sosok seperti ini.
“Jika Aku Menjadi Presiden RI” aku
berharap tidak kalap diri. Selalu ingat atas apapun yang telah kulontarkan saat
kampanye kepada rakyat. Berupaya sebaik mungkin menjalankan amanah yang sangat
luarbiasa ini. Dan memberikan bukti serta aksi nyata atas setiap visi dan misi
yang kuunggulkan. Karena, aku sadar dan paham betul bahwa ini adalah amanah besar
yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar