Kamis, 27 Februari 2014

Berjuang Demi Perubahan Keluarga



Kamis, 27/02/2014 – 17.10

Jakarta, Kemdikbud --- Abdul Qadir Jailani, Mahasiswa Universitas Hasannudin, Sulawesi Selatan, kelahiran Serang, 17 Agustus 1991. Ia pada awalnya tidak mengetahui apa itu bidikmisi, dan mengetahui bidikmisi dari teman-teman sekolahnya yang banyak membicarakan beasiswa tersebut, bahwa bidikmisi diperuntukan bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berprestasi.

Mahasiswa yang dulunya ketika duduk dibangku SMA sangat aktif diberbagai organisasi sekolah, seperti OSIS, pramuka, klub bahasa inggris, pentas seni ini mengambil jurusan Sastra Inggris. Ia dulu pun juga selalu mendapatkan juara 2 dan 3 kelas, dan mendapatkan peringkat ke 4 nilai terbaik ujian nasional di Kabupaten Bulu Kumba, Sulawesi Selatan. 

"Saya ditawari untuk mengikuti beasiswa bidikmisi oleh sekolah karena prestasi yang saya miliki," ungkap Jailani seperti dinukil di kemdiknas.go.id saat ditemui dalam acara silaturahmi nasional bidikmisi, di hotel bidakara Jakarta, Kamis (27/02/2014).


Jailani putra kedua dari empat bersaudara, mengatakan sudah ditinggal sang ayah sejak umur lima tahun, dan Ibunda berjuang bekerja menjadi tenaga kerja di Arab Saudi selama 7 tahun. Setiba ibunda dari Arab Saudi, katanya, diputuskan tinggal dirumah keluarga ayahanda. "Begitu berat rasanya ditinggal sang Ibu," ujarnya.

Ia mengatakan, ingin melakukan perubahan di keluarga, maka saya mencoba untuk mendaftar bidikmisi. "percaya tidak percaya saya bisa lulus pendaftaran bidikmisi dan menjadi kebanggaan bagi saya bisa melanjutkan keperguruan tinggi, yang tadinya tidak terbayangkan oleh saya apa bisa melajutkan ke perguruan tinggi," kata Jailani, senang.

Jailani menjelaskan, menerima uang saku dari bidikmisi tidak digunakan dengan cuma-cuma. Ia berpikir mulai dari bidikmisi bisa menghasilkan sesuatu dan dinikmati orang banyak. "Uang yang didapat saya kelola lagi menjadi ternak ayam bertelur di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan," jelasnya.

Prestasi yang dimiliki Jailani diantaranya pernah menjadi guide international pada saat HUT Provinsi Sulawesi Selatan, finalis debat bahasa Inggris di tingkat nasional, finalis lomba program mahasiswa wirausaha, finalis pekan kreatif mahasiswa bidang kewirausahaan, menjadi duta BNN Sulawesi Selatan, serta menjadi ketua bidikmisi tahun 2012-2013 di Unhas. Indek Prestasi yang pernah dicapai Jailani pada semester pertama 3,97, semester kedua 3,63, semester ketiga 3,64, semester keempat 3,63, dan semester lima 3,75.

"Bidikmisi menjadi adrenalin yang harus dibangkitkan bahwa bidikmisi bukan beasiswa semata, tetapi bidikmisi adalah bantuan yang diberikan kepada generasi bangsa yang memiliki semangat demi masa depan, " tandasnya. (Ramlan Setiawan)

Sumber : kemdiknas.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar