Kamis,
27/02/2014 – 16.53
Jakarta
--- Setelah menempuh studi selama 2 tahun 11 bulan, Dini Nurlelasari akhirnya
berhasil meraih gelar sarjana dan diwisuda pada Agustus 2013 lalu. Lulusan Ilmu
Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad ini merupakan penerima Bidikmisi
pertama yang lulus dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
“Saya
ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena telah memberikan saya kesempatan
untuk mendapatkan Bidikmisi. Namun tidak berhenti sampai di sini, tanggung
jawab yang lebih besar ada di depan mata. Saya harus bisa bermanfaat untuk
orang banyak,” tutur Dini saat ditemui di acara Silaturahim Nasional Bidikmisi,
Jakarta, (26/2/2014).
Sebagai
penerima Bidikmisi, Dini menuturkan bahwa banyak manfaat yang ia dapatkan.
Selain kuliah di perguruan tinggi negeri secara gratis, ia juga mendapatkan
tunjangan setiap bulan dan uang buku setiap semester. Dengan demikian, Dini
menjadi tidak membebani orang tuanya.
“Saya bisa meringankan beban orang tua. Orang
tua saya dagang seadanya,” ungkap gadis kelahiran Bandung, 19 Februari 1992
ini. Dengan dibebaskannya dari biaya kuliah, Dini mengaku memiliki beban moral
tersendiri. Ia menjadi terpacu untuk berprestasi dan belajar lebih semangat
lagi. Apa yang didapatnya, harus “dikembalikan” juga pada negara. Ia harus
menjadi orang yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. “Saya ingin bisa
melanjutkan studi, soalnya kalau sudah tambah tua nanti konsentrasi berkurang,
kesibukan juga semakin bertambah. Makanya kalau bisa cepat kenapa enggak,”
tutur Dini yang berhasil lulus Sarjana dengan IPK 3,59 ini.
Ditanya
soal strategi belajar, Dini mengaku tidak memiliki strategi khusus. Ia juga
mengaku dapat membagi waktu secara seimbang antara belajar, bermain, dan
berorganisasi. “Ya kalau ada tugas jangan ditunda-tunda, harus langsung
dikerjakan. Di kelas juga harus fokus sama apa yang disampaikan dosen. Kalau
waktunya main ya main, waktunya belajar ya belajar. Harus bisa menempatkan
waktu yang sesuai,” tutur Dini yang aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah
ini.
Dengan
apa yang diperolehnya saat ini, Dini berharap bisa mengamalkan ilmunya minimal
untuk orang-orang disekitarnya. Ia juga ingin meningkatkan kualitas diri agar
bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ke depannya, Dini berharap dapat mewujudkan
cita-citanya untuk menjadi dosen. Dengan menjadi dosen, Dini ingin mendidik
sekaligus membentuk generasi muda untuk bisa berjuang membangun bangsa. Selain
itu, ia juga ingin melakukan berbagai penelitian yang dapat bermanfaat untuk
orang banyak, terutama terkait bidang ilmu yang kini sedang ditekuninya, ilmu
pariwisata. “Walaupun negara lain sudah maju, sebenarnya Indonesia gak ketinggalan
tapi sedang berkembang. Jadi ya perkembangan ilmu pengetahuan sudah cukup
bagus, tapi musti lebih banyak lagi kaum muda yang bangkit untuk membangun
bangsa ini,” ujar Dini. (Desliana Maulipaksi)
Sumber
: Kemdiknas.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar