Hmmm…sungguh ironi sekali. Di era
globalisasi sekarang ini sudah begitu banyak budaya atau gaya hidup dari barat
( western style) yang masuk dengan mudah
ke Negara kita. Memang sih ada sisi positif maupun negatifnya yang kita
peroleh. Tapi, coba lihat deh anak-anak remaja sekarang ? apa coba yang ada di
benak pikiran mereka ketika mendapat sesuatu ‘yang baru’ mereka
kenal,lihat,dengar, de el el???
*PENASARAN*
Ya, kata itulah yang selalu ada
dibenak pikiran remaja masa kini ketika mereka menemukan hal-hal yang baru di
kehidupan mereka. Hmm..jika penasaran terhadap hal-hal yang bisa memajukan
bangsa ini sih tak jadi masalah, lah ini…yang mereka penasari itu malah hal-hal yang tidak baik, seperti
penggunaan obat-obatan terlarang,gaya hidup boros (konsumerisasi) bahkan sampai
ke ranah seks bebas. Sungguh tragis bukan ?Lalu
mereka mengadaptasinya sebagai gaya hidup baru mereka. Hmm..sudah jelas-jelas ini harus
dikupas tuntas. Kan bahaya, jika remaja kita dibiarkan begitu saja. Mereka
adalah generasi pelurus bangsa. Kalau remajanya aja sudah kacau begini, lantas
nasib bangsa Indonesia mau bagaimana? apa ini toh kamu cinta Indonesia ?
Juga, coba deh kita perhatikan, anak remaja
masa kini lebih suka mengenakan produk-produk yang terbilang gahoool dan trendy
dimata mereka. Sangat jarang dari mereka yang suka atau bangga mengenakan
produk-produk yang notabene asli dari Indonesia. Lihat aja banyak orang yang
rela shopping keliling luar negeri padahal sudah jelas-jelas produk dari
Indonesia pun sudah berkualitas. Aduuh, katanya produk Indonesia itu
ketinggalan zaman,kuno. dan kurang upto date. Halooooooooo….masih yakin kamu
cinta Indonesia?
Yang lebih mirisnya lagi, berani
mengaku cinta Indonesia tapi lagu kebangsaan dan Pancasila pun tak tahu.
Haduh…yakin niich cinta Indonesia?
Kasus diatas hanyalah segelintir
dari beberapa kasus-kasus yang menimpa remaja di Indonesia.
Memang sih, saya pun terkadang
ada sedikit rasa terpincut terhadap suatu hal yang mengurangi rasa cinta saya
terhadap Indonesia.
Tetapi, mari kita sama-sama
tingkatkan rasa kecintaan kita terhadap tanah air tercinta, tumpah darah dan bumi pertiwi kita.
Lalu……..APA BUKTINYA KITA CINTA
INDONESIA ???
Kalau menurut saya sih, kita ini
sebagai warga Negara Indonesia mesti wajib harus dan kudu cinta banget sama
Indonesia. Pikirkannya begini, kita
lahir di Indonesia, masa iya kita jadi cinta Amerika? Kalau sampai
kejadian, berarti anda korban salah gaul *eh. Maksudnya kalau emang anda tak
cinta Negara sendiri, saya sarankan deh anda pindah aja, jangan tinggal di
Indonesia, hehe..
Mencintai Negara sendiri adalah sudah
merupakan kewajiban dan keharusan yang tertanam di hati, akal, otak, pikiran,
jiwa dan raga kita. Bentuk atau bukti kecintaan kita terhadap tanah air pun
bermacam-macam. Ada yang menyesuaikan dengan profesi masing-masing, misalnya :
1. Pelajar
Seorang pelajar bukti cinta
terhadap tanah airnya bisa dibuktikan dengan semangat belajar mereka dalam
mencari ilmu dan meraih masa depan.loh koq gitu sih? Ya iyalah…kalau mereka
disuruh angkat senjata kan bukan porsinya pemirsa, hehe kasihan juga karena itu
adalah hal yang ekstrem . jadi dengan semangat belajar kan nantinya Indonesia
banyak tuh generasi-generasi yang pintar, cerdas, dan bermartabat. Tentunya ini
bagus, jadi kita ini disegani oleh Negara luar dan bisa menaklukan dunia. Keren
kan ?
2. Mahasiswa
Nah, seorang mahasiswa ini
biasanya lebih peka dan buka mata bukti cinta terhadap tanah airnya. Lihat aja
di televisi, banyak kan mahasiswa kita yang suka demonstarsi, pawai,
konvoi dan berorasi. Tentunya hal-hal
tersebut dilakukannya dengan cara yang bijak dong , tak ada kata kericuhan atau
kerusuhan. Mengapa ini termasuk kategori bukti cinta terhadap Indonesia. Ya,
jelaslah…mereka melakukan hal demikian bukan semata-mata tanpa tujuan, mereka
melakukannya dengan maksud tertentu, dalam artian, terkadang mereka
memperjuangkan nasib rakyat kecil yang haknya dirampas oleh pejabat-pejabat
berdasi yang nakal, dan juga itu merupakan bukti partisipasi mereka mengenai
kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dirasa berat sebelah.
Mereka melakukan hal ini tentunya karena mereka cinta terhadap Indonesia,
mereka peduli, mereka perhatian dan mereka ingin bahwa bangsa ini aman, nyaman,
tentram dan rakyatnya sejahtera.
3. Guru
atau Dossen
Kalau guru dan dosen ini bukti
cintanya terhadap Indonesia bisa dilihat dari cara mereka dalam mendidik dan
membina anak-anak didiknya. Seorang anak didik pasti akan meniru dan mencontoh
apa yang guru atau dosennya ajarkan. Jadi, seorang guru atau dosen harus
memberikan contoh, menjadi figure ‘teladan’
kepada anak-anak didiknya melalui sikap dan kepribadiannya, juga harus semangat
mengajar dalam rangka mencetak anak
didik yang berkualitas, bermatabat, berakhlak, dan berbudi pekerti luhur.
Nah, mungkin hanya tiga profesi
diatas yang bisa saya jelaskan mengenai bukti cinta terhadap indonesia dalam
kesempatan kali ini. Karena, jika saya paparkan semua profesi nanti kebanyakan,
hehe…saya juga ngetiknya lumayan pegel kan *eh *modus*. Tapi bener juga kan?
Saya memilih 3 profesi diatas, karena profesi tersebut adalah yang dominan di
kehidupan saya. Jadi saya ngambilnya di dunia pendidikan saja.
Untuk bidang lain tentunya punya
ciri tersendiri mengenai bukti cinta terhadap Indonesia. Yang paling ekstrem
sih ya para TNI, mereka harus berjuang mati-matian demi mempertahankan NKRI.
Intinya, siapapun kita ini,
apapun profesi kita. Senantiasa harus mencerminkan dan menumbuhkan rasa cinta
kita terhadap tanah air. Kalau bukan kita, siapa lagi to??? Yuk, selalu bangga
menjadi warga INDONESIA. *TAMAT*
#pengalaman saya mengenai bukti
cinta terhadap tanah air#
Hehehe…maaf nih, saya numpang
curcol dimari yah, hehe..
Pengalaman ini saya alami ketika
saya duduk di bangku kelas VIII SMPN 1 Cikakak. Waktu itu, hampir semua siswa
di kelas saya mengikuti ekstakurikuler Paskibra. Nah kebetulan minggu ini ada
acara pelantikan LA (Lencana Anggota). Wiiiihhhh….ini yang ditunggu-tunggu,
hehe
Kami diharuskan kumpul jam 4 sore
setelah ashar di sekolah dengan membawa berbagai macam perlengkapan dan peralatan yang mesti
dan wajib dibawa atas instruksi kakak senior. Setelah semuanya berkumpul di
sekolah, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, busyettt dahh. Singkat cerita,
malam harinya kami mengadakn briefing malam di lapangan mengelilingi kobaran
api unggun yang menggebu-gebu. Tepat pukul 22.00 WIB, kami diwajibkan harus
tidur. Semua junior mengikuti instruksi tersebut. Nah, pas pukul 00.00 WIB,
kami semua dibangunkan, hadeuuhh bijimane ceritanye ini, hehe..
Semua junior diwajibkan berkumpul
di ruangan aula sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan. Nah setelah
pengarahan terlebih dahulu, akhirnya kami disuruh berdoa untuk memulai acara
pelantikan, *haloooo…..malem-malem keliaran, hehe *eh
Waktu itu, saya adalah kelompok
pertama yang berangkat, eh busyetttt dah…kebayang gak sih, saya sekelompok
dengan orang yang penakut, hihihi ditengah perjalanan malam-malam melewati
hutan belantara, saya yang menjadi tumpuan teman saya. Semuanya pada megang
tangan saya, hadeuuuhh..oh iya lupa, kelompok saya terdiri dari 4 orang, 2
laki-laki dan 2 perempuan.
Setelah melewati hutan yang
terkenal angker itu, di tengah-tengah jalan pas mau sampe pos pertama, ada
suara *korosakkkk* dan itu sontak mengagetkan kami sampai-sampai kami jatuh ke
lubang wkwkwk. Heu..akhirnya tibalah kami di pos pertama. Pertanyaan dan
hukuman sudah siap menunggu kami. Lucu..seru…bikin ketawa….bikin nangis, hehe..
Pos pertama terlewati tibalah di
pos kedua (POS CINTA TANAH AIR), nah tahu ga? Disana kakak-kakak seniornya galak
banget hadeuuh…
2 pertanyaan yang bikin saya
ketawa ngakak dalam hati adalah :
·
Apakah kamu cinta tanah air?
·
Apa buktinya kalau kamu cinta tanah air?
Menjawab pertanyaan pertama,
kelompok saya kompak menjawab “SIAP, kami cinta tanah air”. Nah, pas pertanyaan
kedua, sejenak kelompok saya terpelongo. Akhirnya kakak senior itu pun
marah.”katanya kalian cinta tanah air, tapi mana buktinya?” lalu kami dihukum disuruh tengkurap sambil nyium
tanah..hahaha…awalnya kami tidak menggubris hukuman itu, lalu kakak senior itu
tambah marah. Dengan memberanikan diri, akhirnya saya pun membantah instruksi
kakak senior itu.
“maaf kak, apa bukti cinta kita
terhadap tanah air. Kita harus nyium tanah gitu? Enggak kan. Bukan begitu
caranya lah kakak. Cinta tanah air adalah rasa cinta kita terhadap Negara kita.
Kita harus berfikir disini, posisi kiita sebagai pelajar yah buktinya harus
semangat belajar, memperingati hari-hari penting bagi Negara kita, seperti
kemerdekaan, pahlawan dan hari lain yang mempunyai sejarah bangsa kita, juga
kita harus menghargai jasa pahlawan-pahlawan kita dan berusaha untuk meneruskan
cita-cita mereka untuk tetap menjadikan bangsa ini bebas dari segala macam
bentuk penjajahan.
Mendapati jawaban saya seperti
itu, kakak senior itu langsung bilang.
“nah, gitu dong. Coba kalian
jawab dari tadi begitu.”
Dalam hati saya berkata
:”yaahh..orang tadi saya sempet jantungan dengan suara kakak, hehe bagaimana
bisa ngejawab begitu, orang nervous,
hohoh..
Alhamdulillah, akhirnya kelompok
saya selamat dari hukuman mencium tanah :D
Begitulah sekelumit catatan saya
mengenai cinta terhadap tanah air atau cinta terhadap Indonesia. Mudah-mudahan
ada manfaatnya bagi kita semua. Saya haturkan mohon maaf jika dalam
penyampaiannya ada hal-hal yang kurang berkenan. Kritik dan saran pun saya
tampung demi membangun catatan yang lebih baik di masa mendatang.
Terima kasih atas perhatiannya…
“AKU CINTA INDONESIAKU”
Kamu???
Aku juga cinta tanah airku.
BalasHapusWatch my video.
http://youtu.be/TEGVRuWbgz0
Thanks.
Aku juga cinta tanah airku.
BalasHapusWatch my video.
http://youtu.be/TEGVRuWbgz0
Thanks.