Assalamu’alaikum,wr,wb,
Selamat pagi wahai pejuang impian? Sudahkah kau
terbangun dari tidurmu dan siap untuk action
memperjuangkan impian-impianmu?
Tulisan ini kubuat untuk mengisi waktu luang liburan
kuliahku yang sangat terbilang panjang. Kali ini aku akan sedikit bercerita
mengenai perjalanan pendidikanku semasa di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Well, selepas lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Sukawayana dengan mendapatkan predikat Siswa Teladan,
tanpa berfikir panjang aku berniat melanjutkan pendidikanku di Sekolah Menengah
Pertama Negeri 1 Cikakak yang lokasinya mungkin hanya berkisar 100 meter dari
rumahku. Hal ini kulakukan karena aku tak mau terlalu membebankan biaya kepada
orangtuaku. Sehingga ketika sekolahku jaraknya dekat, aku tinggal berjalan kaki
saja tanpa harus mengeluarkan biaya. Entah bagaimana system penilaiannya, kala
itu aku masuk kelas 7C. Biasanya, orang beranggapan bahwa kelas dengan penghuni
siswa-siswanya yang pintar itu berada di kelas A. tapi, setelah kuamati dengan
baik, ternyata kelasku tak kalah luarbiasanya dengan kelas 7A itu. justru,
banyak siswa yang dari kelas lain ingin pindah ke kelas 7C hehe..Di kelas 7c
ini, kuakui siswa-siswanya hampir pintar merata semuanya. Aku pun terkaget
kadang kalau ada tugas. Waktu terus bergulir. Banyak kenangan yang tak bisa terlupakan selama di kelas 7C ini. Alhamdulillah, semester pertama aku peringkat 1 dan semester kedua peringkat 2 :/ haha *payah*
Beranjak ke kelas 8, aku tetap berada di
kelas 8C bersama dengan teman-temanku dulu di kelas 7C. Semakin kesini,
kebersamaan kami semakin terjaga. Dalam ajang perlombaan antar kelas, kelas
kami selalu menjadi musuh paling berat untuk ditaklukan. Tak heran, predikat juara
umum pun sering kami sabet hahaha *keren kan? :D Di kelas 8C ini, aku mulai
memberanikan diri menjadi ketua kelas. Meski awalnya aku tidak niat daftar.
Hanya karena usulan teman, lalu aku kampanye. Menjelang penghitungan suara eh
namaku malah yang terbanyak dapat suara *asem hahhaha..
Di kelas 8C pula aku mulai mengepakkan sayapku di
perlombaan eksternal di berbagai sekolah dan tempat, Meski tak semuaya selalu
mendapat juara. Namun, aku sangat senang
sekali karena bisa dipercaya pihak sekolah untuk mengikuti ajang bergengsi
mempertaruhkan nama almamater sekolah. Alhamdulillah, di Semester pertama kelas
8, aku menyabet lagi posisi peringkat pertamaku, namun sayang, di semester
keduanya, aku terlalu lengah, posisiku direbut lagi oleh sainganku yang
sekarang kuliah di STSN Bandung hahaa
*dia memang ga bisa ditebak :D *ngeselin,peace :D
Berlanjut kelas 9, aku masih tetap berada
di kelas dengan huruf C. Namun, ini tak
jadi masalah buatku. Karena toh pada kenyataannya, kelasku ini selalu menjadi
juara antar kelas dan selalu dipercaya pihak sekolah dalam mewakili lomba di
luar sekolah haha .Di kelas 9, aku masih memegang amanah sebagai ketua kelas.
Meski tidak mudah dan pengalaman semasa kelas 8 sudah cukup pahit getirnya.
Tapi aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku mampu mengemban amanah ini
kembali. Di kelas 9 ini memang puncak-puncaknya karirku *ceileehh haha.. Meski
aku mau menjelang persiapan UN, Alhamdulillah masih dipercaya untuk mengikuti
beberapa lomba wkwkwk
Dengan usaha keras dan belajarku yang
sungguh-sungguh, Alhamdulillah aku bisa menyabet kembali peringkat 1-ku di semester pertama dan kedua.
Dan ketika perpisahan kelas 9 berlangsung, Alhamdulillah aku terpilih menjadi
juara umum di sekolah meski nilai UN-ku tertinggi ketiga kalau tidak salah
haha.. Otomatis karena aku menjadi juara umum, aku menjadi pengantin di perpisahan
kelas itu. hahah..sungguh pengalaman yang tidak akan bisa aku lupakan sampai
detik ini. Terima kasih untuk semua guru-guruku yang sudah mengajar dan mendidikku
dengan baik. Oh iya, satu hal lagi yang tak kalah berkesannya bagiku adalah
saat ada salah satu sekolah SMA swasta di pusat kota mengirimkan surat undangan
perihal beasiswa prestasi. Awalnya aku langsung tolak mentah-mentah karena aku
tahu diri dan minder dengan kemampuanku. Tapi, berkat bujukan dari
kepsek,guru,dan wali kelasku. akhirnya aku luluh. Aku mencoba mengikuti seleksi
itu dengan penuh perjuangan yang amat sangat berkesan. Pengumuman tiba,
alhmdulillah aku lolos dan dinyatakan berhak sekolah gratis selama 3 tahun di
SMA itu. Inilah anugerah terindah yang telah Allah berikan dalam hidupku. Di
kala aku bingung akan melanjutkan pendidikan atau tidak, Allah telah memberikan
jalan-Nya kepadaku. Alhamdulillah..berbakti kepada orangtua lah yang memudahkan
setiap langkah perjalanan pendidikanku ini. #Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar