Kamis, 27 Februari 2014

Cerita Singkat semasa SMP, wah!


 
Assalamu’alaikum,wr,wb,
Selamat pagi wahai pejuang impian? Sudahkah kau terbangun dari tidurmu dan siap untuk action memperjuangkan impian-impianmu?

Tulisan ini kubuat untuk mengisi waktu luang liburan kuliahku yang sangat terbilang panjang. Kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai perjalanan pendidikanku semasa di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Well, selepas lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Sukawayana  dengan mendapatkan predikat Siswa Teladan, tanpa berfikir panjang aku berniat melanjutkan pendidikanku di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Cikakak yang lokasinya mungkin hanya berkisar 100 meter dari rumahku. Hal ini kulakukan karena aku tak mau terlalu membebankan biaya kepada orangtuaku. Sehingga ketika sekolahku jaraknya dekat, aku tinggal berjalan kaki saja tanpa harus mengeluarkan biaya. Entah bagaimana system penilaiannya, kala itu aku masuk kelas 7C. Biasanya, orang beranggapan bahwa kelas dengan penghuni siswa-siswanya yang pintar itu berada di kelas A. tapi, setelah kuamati dengan baik, ternyata kelasku tak kalah luarbiasanya dengan kelas 7A itu. justru, banyak siswa yang dari kelas lain ingin pindah ke kelas 7C hehe..Di kelas 7c ini, kuakui siswa-siswanya hampir pintar merata semuanya. Aku pun terkaget kadang kalau ada tugas.
Waktu terus bergulir. Banyak kenangan yang tak bisa terlupakan selama di kelas 7C ini. Alhamdulillah, semester pertama aku peringkat 1 dan semester kedua peringkat 2 :/ haha *payah*

Beranjak ke kelas 8, aku tetap berada di kelas 8C bersama dengan teman-temanku dulu di kelas 7C. Semakin kesini, kebersamaan kami semakin terjaga. Dalam ajang perlombaan antar kelas, kelas kami selalu menjadi musuh paling berat untuk ditaklukan. Tak heran, predikat juara umum pun sering kami sabet hahaha *keren kan? :D Di kelas 8C ini, aku mulai memberanikan diri menjadi ketua kelas. Meski awalnya aku tidak niat daftar. Hanya karena usulan teman, lalu aku kampanye. Menjelang penghitungan suara eh namaku malah yang terbanyak dapat suara *asem hahhaha..

Di kelas 8C pula aku mulai mengepakkan sayapku di perlombaan eksternal di berbagai sekolah dan tempat, Meski tak semuaya selalu mendapat juara. Namun, aku  sangat senang sekali karena bisa dipercaya pihak sekolah untuk mengikuti ajang bergengsi mempertaruhkan nama almamater sekolah. Alhamdulillah, di Semester pertama kelas 8, aku menyabet lagi posisi peringkat pertamaku, namun sayang, di semester keduanya, aku terlalu lengah, posisiku direbut lagi oleh sainganku yang sekarang kuliah di STSN Bandung hahaa  *dia memang ga bisa ditebak :D *ngeselin,peace :D

Berlanjut kelas 9, aku masih tetap berada di kelas dengan  huruf C. Namun, ini tak jadi masalah buatku. Karena toh pada kenyataannya, kelasku ini selalu menjadi juara antar kelas dan selalu dipercaya pihak sekolah dalam mewakili lomba di luar sekolah haha .Di kelas 9, aku masih memegang amanah sebagai ketua kelas. Meski tidak mudah dan pengalaman semasa kelas 8 sudah cukup pahit getirnya. Tapi aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku mampu mengemban amanah ini kembali. Di kelas 9 ini memang puncak-puncaknya karirku *ceileehh haha.. Meski aku mau menjelang persiapan UN, Alhamdulillah masih dipercaya untuk mengikuti beberapa lomba wkwkwk

Dengan usaha keras dan belajarku yang sungguh-sungguh, Alhamdulillah aku bisa menyabet kembali  peringkat 1-ku di semester pertama dan kedua. Dan ketika perpisahan kelas 9 berlangsung, Alhamdulillah aku terpilih menjadi juara umum di sekolah meski nilai UN-ku tertinggi ketiga kalau tidak salah haha.. Otomatis karena aku menjadi juara umum, aku menjadi pengantin di perpisahan kelas itu. hahah..sungguh pengalaman yang tidak akan bisa aku lupakan sampai detik ini. Terima kasih untuk semua guru-guruku yang sudah mengajar dan mendidikku dengan baik. Oh iya, satu hal lagi yang tak kalah berkesannya bagiku adalah saat ada salah satu sekolah SMA swasta di pusat kota mengirimkan surat undangan perihal beasiswa prestasi. Awalnya aku langsung tolak mentah-mentah karena aku tahu diri dan minder dengan kemampuanku. Tapi, berkat bujukan dari kepsek,guru,dan wali kelasku. akhirnya aku luluh. Aku mencoba mengikuti seleksi itu dengan penuh perjuangan yang amat sangat berkesan. Pengumuman tiba, alhmdulillah aku lolos dan dinyatakan berhak sekolah gratis selama 3 tahun di SMA itu. Inilah anugerah terindah yang telah Allah berikan dalam hidupku. Di kala aku bingung akan melanjutkan pendidikan atau tidak, Allah telah memberikan jalan-Nya kepadaku. Alhamdulillah..berbakti kepada orangtua lah yang memudahkan setiap langkah perjalanan pendidikanku ini. #Semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar