Setiap manusia yang terlahir di bumi adalah
seorang pemimpin, setidaknya ia menjadi seorang pemimpin bagi dirinya sendiri.
Baik tidaknya seorang pemimpin pasti akan berimbas dan berdampak pada apa yang
dipimpinnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan
dan dijalankan dengan baik. Kelak, Allah akan meminta pertanggung jawaban atas
kepemimpinannya itu (al-hadits).
Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan dua
elemen yang saling berkaitan. Artinya, kepemimpinan (style of the leader)
merupakan cerminan dari karakter/perilaku pemimpinnya (leader behavior).
Perpaduan atau sintesis antara “leader behavior dengan leader style” merupakan
kunci keberhasilan pengelolaan sebuah organisasi, atau dalam skala yang lebih
luas adalah pengelolaan suatu daerah atau wilayah, dan bahkan Negara.
Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapatnya tentang kepemimpinan. Dalam hal ini dikemukakan George R. Terry (2006 : 495), sebagai berikut: “Kepemimpinan adalah kegiatan-kegiatan untuk mempengaruhi orang orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok secara sukarela.”
Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapatnya tentang kepemimpinan. Dalam hal ini dikemukakan George R. Terry (2006 : 495), sebagai berikut: “Kepemimpinan adalah kegiatan-kegiatan untuk mempengaruhi orang orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok secara sukarela.”
George R Terry (2006:124) mengemukakan delapan ciri mengenai
kepemimpinan dari pemimpin yaitu :
1.
Energik,
mempunyai kekuatan mental dan fisik.
2.
Stabilitas
emosi, tidak boleh mempunyai prasangka jelek terhadap bawahannya, tidak mudah
marah, dan harus memiliki kepercayaan diri yang sangat besar.
3.
Mempunyai
pengetahuan tentang hubungan antar manusia.
4.
Motivasi
pribadi, harus mempunyai keinginan untuk menjadi pemimpin dan dapat memotivasi
diri sendiri.
5.
Kemampuan
berkomunikasi, atau kecakapan dalam komunikasi dan bernegosiasi.
6.
Kemampuan atau
kecakapan dalam mengajar, menjelaskan, dan mengembangkan bawahan.
7.
Kemampuan social
atau keahlian rasa social, agar dapat menjamin kepercayaan dan kesetiaan
bawahannya, suka menolong, senang jika bawahannya maju, peramah, dan luwes
dalam bergaul.
8.
Kemampuan
teknik, atau kecakapan dalam menganalisis merencakan, mengorganisasikan
wewenang, mengambil keputusan dan mampu membuat konsep.
Lalu, bagaimanakah kepemimpinan
berdasarkan islam?
Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan
yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang
paling tahu tentang hukum Ilahi. Setelah para imam atau khalifah tiada,
kepemimpinan harus dipegang oleh para faqih yang memenuhi syarat-syarat
syariat. Bila tak seorang pun faqih yang memenuhi syarat, harus dibentuk
‘majelis fukaha’.”
Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suritauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S Al-ahzab :21)”
Maka, sifat-sifat yang harus dimiliki
seorang pemimpian dalam Islam, minimal memiliki 4 sifat yang ada pada diri
Rasulullah dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni :
1.
Sidiq, yang
artinya jujur, sehingga ia dapat dipercaya oleh orang lain.
2.
Tabligh, yang
artinya penyampai atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi.
3.
Amanah, yang
artinya dapat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
4.
Fatanah, yang
artinya cerdas dalam membuat perencanaan, visi, misi,strategi, dan
mengimplementasikannya.
Selain itu, juga dikenal ciri pemimpin
Islam dimana Nabi Saw pernah bersabda: “Pemimpin
suatu kelompok adalah pelayan kelompok tersebut.” Oleh sebab itu, pemimpin
hendaklah ia melayani dan bukan dilayani, serta menolong orang lain untuk maju.
Dr. Hisham Yahya Altalib (1991 : 55), mengatakan ada beberapa ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam yaitu :
Pertama, Setia kepada Allah. Pemimpin dan orang yang dipimpin terikat dengan kesetiaan kepada Allah;
Kedua, Tujuan Islam secara menyeluruh. Pemimpin melihat tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga dalam ruang lingkup kepentingan Islam yang lebih luas;
Ketiga, Berpegang pada syariat dan akhlak Islam. Pemimpin terikat dengan peraturan Islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia berpegang teguh pada perintah syariah.
Dalam mengendalikan urusannya ia harus patuh kepada adab-adab Islam, khususnya ketika berurusan dengan golongan oposisi atau orang-orang yang tak sepaham;
Keempat, Pengemban amanat. Pemimpin menerima kekuasaan sebagai amanah dari Allah Swt., yang disertai oleh tanggung jawab yang besar. Al-Quran memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan menunjukkan sikap yang baik kepada pengikut atau bawahannya.
Tugas
Pemimpin
Pada prinsipnya menurut Islam setiap
orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi
sebagai khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan
beribadah kepada-Nya
"Kami telah menjadikan mereka
itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan
telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang,
menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah".
(Al-Anbiya’: 73)
"Dan Kami jadikan di antara
mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika
mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami". (As-Sajdah: 24)
“Wahai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena
Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau bapak ibu dan kaum kerabatmu. Jika
ia kaya atau miskin, Allah lebih mengetahui kemaslahatan keduanya”. (Qs.
An-Nisa; 4: 135)
“Hai orang-orang yang beriman!
Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena Allah. Dan janganlah rasa benci
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena itu lebih dekat
dengan taqwa…” (Q.s. Al-Maidah 5: 8)
"Sesungguhnya Allah menyuruh
kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu)
apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (An-Nisa’ :
58)
” Hai Daud, sesungguhnya Kami
menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan
(perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya
orang-orang yang sesat dari jalan Allah SWT akan mendapat azab yang berat,
karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Qs Shad: 26)
Seorang
pemimpin yang mencontoh atau mempunyai kepribadian seperti Rasulullah, Insya
ALLAH semua masyarakat yang dipimpinnya itu akan hidup makmur dan sejahtera. Sehingga, terwujudlah kehidupan masyarakat yang madani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar