Jumat, 29 November 2013

Berawal dari Mentoring



Untuk sebagian besar orang, ada yang beranggapan bahwa ikut mentoring itu membosankan, tapi itu tidak berlaku untuk diri saya. Cerita ini berawal ketika saya masih duduk di kelas X SMA. Waktu itu, sekolah saya diundang oleh sebuah organisasi yang bergerak di bidang keislaman di daerah saya. Nama organisasi tersebut adalah Qur’ani Club.
Kami diundang untuk mengikuti suatu kajian keislaman rutin (mentoring:red) setiap hari Minggu. Alhamdulillah, ketika saya ditawari oleh guru agama saya, saya dengan senang hati menerima tawaran itu. Saya juga mengajak teman-teman sekelas dan seangkatan saya untuk ikut serta pula mengikuti mentoring ini. Alhamdulillah, ternyata lumayan juga yang berminat. Setelah didata, nama-nama kami diserahkan ke pengurus Qur’ani Club tersebut.
Mentoring yang saya ikuti setiap hari Minggu ini merupakan mentoring yang dihadiri  oleh siswa-siswa dari SMA,SMK,dan MA yang ada di  kecamaatan daerah saya. Tempat yang biasa digunakan untuk Mentoring ini adalah di Gedung PKK dekat alun-alun kota atau di gedung Pemda. Subhanallah, ternyata antusias remaja muslim disini cukup luarbiasa. Setiap minggunya, kami diberikan materi-materi seputar islam dari pembicara-pembicara yang sangat luarbiasa. Mentoring yang kami ikuti setiap hari Minggu ini dinamakan Studi Islam Intensive (SII).
Setelah beberapa minggu saya mengikuti ini. Saya merasakan ada perubahan dalam diri saya menjadi lebih baik. Begitu pula dengan teman saya yang lain merasakannya. Suatu ketika, pihak panitia Qur’ani Club memberikan informasi kepada kami bahwa akan diadakan Mentoring di tempat terbuka (Outdoor:red). Saya sangat senang mendapati kabar seperti ini. Saya sampaikan surat undangannya kepada orangtua saya. Beruntungnya, mereka menyetujui saya untuk ikut. Mentoring diluar yang pertama, diadakan di Rumah Panggung daerah Citepus. Setiap sekolah diharapkan mengirimkan beberapa delegasinya untuk mengikuti ini. Alhmdulillah, saya terpilih mewakili sekolah saya beserta kelima teman saya. Selama di tempat mentoring ini, kami mendapatkan kajian seputar islam yang sangat luarbiasa sekali. Kami disadarkan betapa pentingnya suatu mentoring dan mempelajari islam lebih dalam.  Sungguh beruntungnya kami bisa mengikuti acara yang spektakuler ini. Berangkat dari sinilah kami direkrut menjadi anggota. Minggu berikutnya, kembali dilakukan mentoring di tempat biasa yang sering digunakan. Luarbiasanya, semakin kesini siswa yang berminat untuk mengikuti mentoring SII ini semakin bertambah.
Mentoring di luar kedua dilaksankan di Pantai Petuguran. Kami difasilitasi selama disana tanpa harus kami mengeluarkan biaya sepeser pun. Disana, selain kami diberikan kajian-kajian keislaman, kami juga diberikan games (outbond:red) untuk memperat silaturahmi antar anggota dari sekolah yang berbeda. Subhanallah, sungguh luarbiasa sekali acara mentoring ini. Keakraban begitu sangat hangat tercipta antara para mentor dan menteenya. Inilah indahnya jalinan ukhuwah islamiyah.
Selama lebih kurang 3 bulan saya mengikuti kajian rutin ini. Akhirnya saya beserta yang lainnya siap untuk dilantik menjadi anggota resmi sekaligus alumni Studi Islam Intensive yang ke-5 wilayah Palabuhanratu. Waktu pelantikan saat itu bertabrakan dengan pelantikan pergantian kepengurusan OSIS di sekolah saya. Saya sempat bingung untuk memilih satu diantara keduanya. Namun setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya lebih memilih pelantikan SII ke-5 ini. Pelantikan SII ke-5 ini diadakan di gedung BMKG Palabuhanratu. Semua peserta dari berbagai sekolahan berkumpul disana. Subhanallah, sungguh moment yang sangat luarbiasa yang tidak akan pernah terlupakan. Di akhir pertemuan ini, kami diberikan pelatihan tentang shalat khusyu.
Satu hal yang membuat saya selalu bersemangat adalah ketika dalam beberapa kali pertemuan, ada beberapa pemateri yang menyampaikan kisah perjuangannya  sampai sukses setelah ikut mentoring. Sungguh, memang luarbiasa sekali manfaat dari mentoring ini. Sangat produktif dan bisa menciptakan insan manusia yang tangguh dan selalu berfikiran positif, serta semangat dalam menggapai impian. Berawal dari sinilah saya berusaha meniru semangat mereka itu. Setelah mengikuti mentoring dan resmi menjadi alumni. Saya merasakan ada perubahan dalam diri saya. Ini sangat terasa ketika saya sudah hampir lulus SMA. Kala itu, betapa bingungnya saya akan melanjutkan kemana. Dan berbagai kekhawatiran selalu membayang. Namun saya berusaha ingat-ingat lagi kisah mereka yang bisa tegar dan semangat dalam menggapai impian ketika saya ikut mentoring dulu. Alhamdulillah, jiwa semangat dan pantang menyerah bisa saya terapkan sampai sekarang. Sungguh beruntunglah orang yang sering mengikuti mentoring. Sudah banyak contoh yang bisa kita ambil. Yang sangat fenomenal itu adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang bisa sukses menggapai impian dan membuat jejak setelah dia sering mengikuti mentoring. Jelaslah sudah, bahwa mentoring yang produktif bisa menciptakan insan-insan manusia yang unggul, cerdas, dan berkualitas. Maka, ketika kita ingin diri kita menjadi insan yang produktif, kreatif, dan prestatif. Ikutilah mentoring!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar