Untuk sebagian besar orang, ada yang
beranggapan bahwa ikut mentoring itu membosankan, tapi itu tidak berlaku untuk
diri saya. Cerita ini berawal ketika saya masih duduk di kelas X SMA. Waktu
itu, sekolah saya diundang oleh sebuah organisasi yang bergerak di bidang
keislaman di daerah saya. Nama organisasi tersebut adalah Qur’ani Club.
Kami diundang untuk mengikuti suatu kajian keislaman rutin (mentoring:red) setiap hari Minggu. Alhamdulillah, ketika saya ditawari oleh guru agama saya, saya dengan senang hati menerima tawaran itu. Saya juga mengajak teman-teman sekelas dan seangkatan saya untuk ikut serta pula mengikuti mentoring ini. Alhamdulillah, ternyata lumayan juga yang berminat. Setelah didata, nama-nama kami diserahkan ke pengurus Qur’ani Club tersebut.
Kami diundang untuk mengikuti suatu kajian keislaman rutin (mentoring:red) setiap hari Minggu. Alhamdulillah, ketika saya ditawari oleh guru agama saya, saya dengan senang hati menerima tawaran itu. Saya juga mengajak teman-teman sekelas dan seangkatan saya untuk ikut serta pula mengikuti mentoring ini. Alhamdulillah, ternyata lumayan juga yang berminat. Setelah didata, nama-nama kami diserahkan ke pengurus Qur’ani Club tersebut.
Mentoring yang saya ikuti setiap hari
Minggu ini merupakan mentoring yang dihadiri
oleh siswa-siswa dari SMA,SMK,dan MA yang ada di kecamaatan daerah saya. Tempat yang biasa
digunakan untuk Mentoring ini adalah di Gedung PKK dekat alun-alun kota atau di
gedung Pemda. Subhanallah, ternyata antusias remaja muslim disini cukup
luarbiasa. Setiap minggunya, kami diberikan materi-materi seputar islam dari
pembicara-pembicara yang sangat luarbiasa. Mentoring yang kami ikuti setiap
hari Minggu ini dinamakan Studi Islam Intensive (SII).
Setelah beberapa minggu saya mengikuti
ini. Saya merasakan ada perubahan dalam diri saya menjadi lebih baik. Begitu
pula dengan teman saya yang lain merasakannya. Suatu ketika, pihak panitia
Qur’ani Club memberikan informasi kepada kami bahwa akan diadakan Mentoring di
tempat terbuka (Outdoor:red). Saya sangat senang mendapati kabar seperti ini.
Saya sampaikan surat undangannya kepada orangtua saya. Beruntungnya, mereka
menyetujui saya untuk ikut. Mentoring diluar yang pertama, diadakan di Rumah
Panggung daerah Citepus. Setiap sekolah diharapkan mengirimkan beberapa
delegasinya untuk mengikuti ini. Alhmdulillah, saya terpilih mewakili sekolah
saya beserta kelima teman saya. Selama di tempat mentoring ini, kami
mendapatkan kajian seputar islam yang sangat luarbiasa sekali. Kami disadarkan
betapa pentingnya suatu mentoring dan mempelajari islam lebih dalam. Sungguh beruntungnya kami bisa mengikuti acara
yang spektakuler ini. Berangkat dari sinilah kami direkrut menjadi anggota. Minggu
berikutnya, kembali dilakukan mentoring di tempat biasa yang sering digunakan. Luarbiasanya,
semakin kesini siswa yang berminat untuk mengikuti mentoring SII ini semakin
bertambah.
Mentoring di luar kedua dilaksankan di
Pantai Petuguran. Kami difasilitasi selama disana tanpa harus kami mengeluarkan
biaya sepeser pun. Disana, selain kami diberikan kajian-kajian keislaman, kami
juga diberikan games (outbond:red) untuk memperat silaturahmi antar anggota
dari sekolah yang berbeda. Subhanallah, sungguh luarbiasa sekali acara
mentoring ini. Keakraban begitu sangat hangat tercipta antara para mentor dan
menteenya. Inilah indahnya jalinan ukhuwah islamiyah.
Selama lebih kurang 3 bulan saya
mengikuti kajian rutin ini. Akhirnya saya beserta yang lainnya siap untuk
dilantik menjadi anggota resmi sekaligus alumni Studi Islam Intensive yang ke-5
wilayah Palabuhanratu. Waktu pelantikan saat itu bertabrakan dengan pelantikan
pergantian kepengurusan OSIS di sekolah saya. Saya sempat bingung untuk memilih
satu diantara keduanya. Namun setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya lebih
memilih pelantikan SII ke-5 ini. Pelantikan SII ke-5 ini diadakan di gedung
BMKG Palabuhanratu. Semua peserta dari berbagai sekolahan berkumpul disana.
Subhanallah, sungguh moment yang sangat luarbiasa yang tidak akan pernah
terlupakan. Di akhir pertemuan ini, kami diberikan pelatihan tentang shalat
khusyu.
Satu hal yang membuat saya selalu
bersemangat adalah ketika dalam beberapa kali pertemuan, ada beberapa pemateri
yang menyampaikan kisah perjuangannya
sampai sukses setelah ikut mentoring. Sungguh, memang luarbiasa sekali
manfaat dari mentoring ini. Sangat produktif dan bisa menciptakan insan manusia
yang tangguh dan selalu berfikiran positif, serta semangat dalam menggapai impian.
Berawal dari sinilah saya berusaha meniru semangat mereka itu. Setelah
mengikuti mentoring dan resmi menjadi alumni. Saya merasakan ada perubahan
dalam diri saya. Ini sangat terasa ketika saya sudah hampir lulus SMA. Kala itu,
betapa bingungnya saya akan melanjutkan kemana. Dan berbagai kekhawatiran
selalu membayang. Namun saya berusaha ingat-ingat lagi kisah mereka yang bisa
tegar dan semangat dalam menggapai impian ketika saya ikut mentoring dulu.
Alhamdulillah, jiwa semangat dan pantang menyerah bisa saya terapkan sampai
sekarang. Sungguh beruntunglah orang yang sering mengikuti mentoring. Sudah
banyak contoh yang bisa kita ambil. Yang sangat fenomenal itu adalah seorang
mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang bisa sukses
menggapai impian dan membuat jejak setelah dia sering mengikuti mentoring.
Jelaslah sudah, bahwa mentoring yang produktif bisa menciptakan insan-insan
manusia yang unggul, cerdas, dan berkualitas. Maka, ketika kita ingin diri kita
menjadi insan yang produktif, kreatif, dan prestatif. Ikutilah mentoring!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar