Sumpah, awalnya gue
galau banget antara pulang kampoeng atau engga. Soalnya jatah liburan hanya
sekitar 2 mingguan sebelum UAS dan ditambah lagi teman gue yang sama dari kota
Sukabumi gak jadi pulang kampoeng barengan ma gue *haha xD
Tapi gue mikir lagi,
kalo gue ga pulang berarti gue udah buang-buang duit meski ga gede yakni beli
tiket kereta api :/ . Galau gue semakin memuncak ketika sudah mendekati hari H,
yakni 20 desember. Haha rasanya gue pengen teriak sekencangnya brooo tapi gue
tahan karena kan gue malu :v
Karena memang gue
belum pulang semenjak PPA (ospek) dan gue juga sudah sangat rindu sekali sama
keluarga gue. So, gue putuskan tetep balik
Well, gue packing dah
tuh barang-barang apa yang udah gue tulis rapi di catatan kecil buat gue bawa
balik. Ga banyak sih cuman ya secukupnya saja. Yaiyalah, lawong gue bukan mau
pindahan :v
Malam harinya, gue ga
bisa tidur nyenyak. Pikiran gue rada kacau ga tahu kenapa. Mungkin perlu disapu
kali ya? Ckckck *apa hubungannya? #abaikan
:D
Singkat cerita,
tanggal 21 desember pun tiba, ayeeee….*gue balik :D
Tapi, sebelum gue
balik, gue ada kumpulan dulu bareng calon kepengurusan BSC 2014 didepan gedung
perpustakaan pusat kampus gue untuk membahas seputar Magang nanti.
Oke, waktu pun terus
berjalan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. setelah acara selesai, gue langsung balik ke
kos. Gue ambil barang-barang yang sudah gue packing. Lalu gue pamit ke ibu
& bapak kos gue. Lalu gue diantar sama temen sekamar gue yang sangat baik
ke depan jalan raya sembari menunggu angkot tiba.
Tak perlu nunggu lama,
angkot orange jurusan UNNES ke Jatingaleh pun tiba. Gue langsung naik angkot
itu. Setelah setengah perjalanan, gue ditanya sama supirnya :”mau kemana mas?”
gue jawab aja, mau ke Stasiun Kereta Api Poncol pak. “Oh enggeh.” Jawab supir
tadi.
Perjalanan ke kampus
gue memang cukup ekstrem bro. turun naik jalannya ehehe :D
Sekitar beberapa
kilometer semenjak gue naik angkot itu, tiba-tiba supirnya ngomong :”buat yang
mau ke Stasiun Poncol, bisa naik angkot yang itu ya, soalnya itu langsung
kesana.”
Tanpa pikir panjang,
gue langsung turun dan bayar angkot pertama, lalu gue naik ke angkot kedua yang
akan membawa gue ke stasiun poncol. Gilaniii eee ternyata perjalanan yang
ditempuh oleh angkot kedua ini melewati jalan pintas yang becek jeblog haha :D
Hanya memakan waktu
sekitar setengah jam, akhirnya gue tiba di Stasiun Poncol kota Semarang.
Disana, awalnya gue bingung gue harus ngapain. Mengingat, ini adalah kali
pertama gue ke stasiun kereta *ndeeessooo sih :v lalu gue perhatiin orang-orang
yang ada di sekitar gue. Gilaa….ternyata memang begini ya? Hmmm,
Well, berhubung sudah
memasuki waktu shalat, gue Ishoma dulu di stasiun. Lalu gue kembali menunggu
hingga akhirnya gue sudah mood buat nukerin struk tiket kereta api gue. Setelah
dapet tiket keretanya, gue langsung masuk ke ruang tunggu sambil nonton TV.
Waktu itu berasa lama banget gue nunggu. *yaiyalah, lawong keretanya berangkat
jam 7 malam, gue udah di stasiun jam 12 kurang, haha xD
Eiiitsss, gue
ngelakuin gini bukan tanpa alesan loh ya. Gue itu sudah memikirkan
matang-matang sebelum bertindak. Karena gue tahu situasi. Pertama, kalo gue
berangkat sore, belum tentu nanti ada angkutan umum yang lewat. Kedua, sore
hari disini sudah langganan hujan turun. So, gue rencanain deh untuk berangkat
gasik ke stasiun :D
Setelah semua urusan
di stasiun selesai. Jam 18.30, gue langsung menaiki kereta Tawang Jaya yang
akan menghantarkan gue ke Stasiun kereta api Cirebon. Gue disapa sama petugas
disana, beliau menunjukkan kereta mana yang harus gue naiki. Well. akhirnya gue
naik kereta dan duduk di kursi yang telah gue pesan. Ternyata, beruntung sekali
gue dapet posisi kursi yang nyaman. Dan enaknya lagi, disana ada tempat charger
corner, kebetulan banget hape gue sudah low batreinya. Awalnya, hanya gue yang
baru mengisi kursi. Selang beberapa menit kemudian, baru kelihatan deh
penumpang yang lainnya mulai naik.dan tahu ga? Penumpang yang duduk di
sekitaran kursi gue adalah mahasiswa Pasca sarjana di kampus gue dan ibu, bukan
istrinya beserta kedua anaknya. Ketika di awal peringatan kereta mau berangkat,
gue sempat mengobrol dengan mahasiswa itu. beliau menanyakan asal kotaku,
jurusan, dan yang membuat kaget, beliau tahu gue penerima beasiswa. Setelah
itu, beliau pamit untuk pindah ke ruang makan. Walhasil, di kursi sekitaran
gue, tinggal ibu dan kedua anaknya. Gue perhatiin, ibu ini sangat perhatian
banget sama anak-anaknya. Memang ya, ibu itu sungguh luarbisa. Sejenak, gue
jadi teringat dengan ibu gue di rumah. *emaaaaaakk :/
(jugijagijugijagijug,
kereta berangkat) :D
Karena mungkin
kelelahan, ibu tadi tidur. Sementara kedua anaknya masih terjaga. Mereka dengan
lahapnya memakan makanan ringan didepan gue tanpa nawarin gue. Walhasil, perut
gue demo bro, haha..memang gue belum makan sebelum berangkat tadi. Mengingat
makanan sekitar stasiun yang menurut gue lumayan mahal harganya *gilaaa :o
But, gue coba tahan
dan ajak kompromi perut gue. Alhasil bisa diem juga tuh cacing-cacingnya :D
Karena gue boring, gue
putar musik sambil gue online (facebook-an).
Jiahaha, ternyata naik kereta api itu enak ya bro :D
Setelah beberapa jam
dari keberangkatan. Kereta pun tiba di stasiun yang gue tuju. Awalnya gue hampir
kebablasan. Untungnya, gue pasang alarm di hape. Sehingga gue berhasil juga tiba tepat di kota
Cirebon. Nah di stasiun Cirebon, gue bingung mau naik apa menuju ke terminal
bus. Awalnya gue memang sudah nanya sih ke temen kenalan di facebook gue yang
berdomisili disana. Tapi, tetep saja gue agak seram setelah gue tahu bahwa disini
banyak pungli dan preman. Namun, gue kembali tenang dan terus berdoa pada NYA.
Karena Dia Maha Melindungi hamba-NYA yang membutuhkan pertolongan-NYA.
Akhirnya, gue dipertemukan dengan seorang tukang becak. Awalnya gue sempet
nolak tawarannya karena gue niatnya mau naik angkot. Namun, karena beliau
memberitahu gue kalo naik angkot akan memakan waktu lebih lama lagi, jadi gue
milih naik becak aja deh :D
Setelah bernegosiasi,
akhirnya gue mendapatkan harga yang lumayan murahlah. Gue naik becak itu
mengitari kota Cirebon menuju persimpangan jalan apa gue lupa :D
*sempat terbesit di
pikiran gue bahwa tukang becak ini adalah preman yang menyamar, dan di tengah
perjalanan gue dipaksa turun dan di*****. #KayakSinetronajaahLuh :D
Gue terus berdoa tiada
hentinya. Sembari mengawasi gerak-geriknya.
Namun, setelah tiba di
tempat tujuan gue. Gue merasa bersalah telah berprasangka tidak baik padanya.
Alhamdulillah, ternyata beliau baik sekali orangnya. *gue menyesal berpikiran
kayak tadi* :/
Yupps, sembari
menunggu bus yang akan menghantar gue ke kota Sukabumi. Gue mampir dulu ke
warung yang masih buka untuk sekadar membeli sesuatu pengganjal perut. Selain
itu, gue juga mengawasi daerah sekitar gue berada. Ternyata benar apa yang gue
baca di internet. Banyak sekali preman yang meminta sesuatu kepada angkutan
yang lewat tengah malam. Bayangkan, posisinya gue berada di sekitaran
orang-orang itu. gue terus berdoa, semoga Tuhan selalu melindungi gue. Dan
Alhamdulillah, gue selamat dari pandangan mereka
Hanya menunggu
beberapa menit, bus yang gue maksud tiba juga dihadapan gue. Gue langsung tanya
ke kondekturnya, dan alhmdulillah ternyata ini benar bus yang gue tunggu. Tanpa
pikir panjang gue langsung naik. Gue duduk di kursi paling depan biar dekat
dengan supir kalo ada sesuatu yang terjadi. Waktu itu, gue mencoba memejamkan
mata gue, tapi tetap saja gue ga bisa, gue was-was kejadian yang dulu menimpa
sahabat gue ketika di bus terjadi lagi. So, gue pelototin deh mata gue untuk
nonton TV dan melihat daerah sekitar. Setelah penumpang pada naik. Bus pun
berjalan menuju kota Bandung. Uhuhu…jalannya bus yang gue tumpangi ini sungguh
luarbiasa sekali. Sering menyalip mobil-mobil yang jalan lelet didepannya.
Padahal, jalannya lumayan berkelok-kelok. Gue hanya bisa berdoa saja, semoga
tidak terjadi apa-apa. Aamiin.
Memakan waktu kurang
lebih 5-6 jam, gue tiba di terminal Bus Cicaheum Bandung. Bus berhenti sejenak,
gue pun istirahat dulu. Beberapa menit kemudian bus kembali berjalan. Gue tetep
belum bisa memejamkan mata gue.
Perjalanan kali ini
menuju kota Sukabumi. Nah, mulai deh penumpang yang duduk di kursi samping gue
turun, lalu diganti dengan mba-mba cantik *eheheh
Gue sempet gerogi bro
haha *koplak xD
Akhirnya gue pun
percaya diri kelamaan duduk bersampingan dengan cewek cantik itu :D
Hanya membutuhkan
waktu 3-4 jam, gue tiba di kota kesayangan gue,kota Sukabumi. Disana gue
membeli oleh-oleh dulu buat keluarga di rumah. Meski ga banyak, tapi setidaknya
gue balik bawa sesuatu. Setelah itu, gue naik bus terakhir jurusan
Sukabumi-Palabuhanratu. Perjalanan yang ditempuh lumayan lama, karena busnya
lewat jalur Cibadak, jalanan macet+becek, serta diguyur hujan dan terkadang
ngetem. Namun, tak terasa nyampe juga gue akhirnya di terminal kota
Palabuhanratu. Disana, gue sudah ditunggu oleh ayah gue. Yuppss, perjalanan
terakhir menuju rumah gue yang ada di desa Cikakak. Hanya memakan waktu kurang
dari satu jam, akhirnya gue tiba di rumah gue. Gue kangen-kangenan sama semua
keluarga gue dan tetangga. Setelah itu, ya istirahat dulu. Setelah semuanya
selesai. Gue istirahat tidur :D
Wahahaha,,,akhirnya
gue tiba juga ya di rumah gue setelah beberapa bulan ga pulang. Bersyukur
banget hehe :D
Dan ada beberapa
kejadian yang menurut gue sungguh luarbiasa pertolongan dari NYA.
1.
Ketika gue mau ke stasiun Poncol, tanpa
terduga si sopir angkot yang pertama gue naiki, dikontek oleh kawannya yang
menginfokan bahwa yang mau ke stasiun Poncol bisa bareng dengannya,
Alhamdulillah.
2.
Ketika gue berada di antrian loket yang
sangat panjang, ada petugas sana yang menyuruh gue pindah ke loket sebelah
hahaa jadi cepet kan :D
3.
Ketika di kereta api, dipertemukan
dengan mahasiswa Pasca Sarjana kampus gue yang baik hati.
4.
Ketika turun di Stasiun
CirebonPrujakan, dipertemukan dengan tukang becak yang sangat baik.
5.
Ketika sudah tiba di tempat penantian
bus, beberapa menit kemudian bus yang gue maksud tiba, padahal dijadwalnya
adalah satu jam setengah lagi. Subhanallah, disini gue bersyukur, berarti Allah
melindungi gue dari gangguan preman disana.
Mungkin,
itulah beberapa kejutan yang aku dapatkan berkat pertolongan-NYA.
Alhamdulillah, luarbiasa sekali. Betapa Maha Pemurahnya Dia mengabulkan doaku.
Awalnya aku sempet takut kalo aku pulang sendiri. Tapi, aku buang jauh-jauh
perasaan takut itu dengan berdoa memohon perlindungan pada NYA. aku yakin aku
pulang ga sendiri, ada Dia yang Maha Melindungi dan ada doa-doa dari keluargaku
juga yang menyertai. Alhamdulillah….terima kasih atas perlindungan-Mu ya Allah.
Akhirnya, aku bisa tiba di rumahku dengan selamat.
Cikakak,
23 Desember 2013
Mas, klo dr semarang naik kereta lgsg bandung aja... jd g repot mst lwat cirebon dulu... kan ada ka harina semarang-bandung...
BalasHapus